Selasa malam. Di tengah para pengunjung mall yang padat. Tepat di pojok sebuah warung kopi dengan desain interior yang tak primitif. Warung kopi dengan nama yang cukup terkenal di kota Daeng ini. Berimpitan di sebuah sofa empuk dan beberapa kursi kayu berwarna hitam. Lengkap dengan sebuah colokan untuk meng-charger gadget yang sekarang ini lebih mudah low batteray. Dan mereka pun bertemu.
Di malam yang sebelumnya dimulai dengan guyuran langit. Untungnya tidak sederas biasanya. Hanya gerimis yang menyebalkan. Datangnya hampir membuat orang-orang membatalkan janji mereka. Padahal langit hanya sebentar menangis. Sebentar dengan volume air yang sangat sedikit. Yang jelas, malam itu udara cukup dingin. Cukup memberi alasan untuk menggunakan jaket saat hendak meninggalkan rumah. Dan mereka pun berbincang.
Di malam yang sebelumnya dimulai dengan guyuran langit. Untungnya tidak sederas biasanya. Hanya gerimis yang menyebalkan. Datangnya hampir membuat orang-orang membatalkan janji mereka. Padahal langit hanya sebentar menangis. Sebentar dengan volume air yang sangat sedikit. Yang jelas, malam itu udara cukup dingin. Cukup memberi alasan untuk menggunakan jaket saat hendak meninggalkan rumah. Dan mereka pun berbincang.
![]() |
| Sampah Di Jalan Toddopuli Raya Gambar: Surya R. Labetubun |
Di beberapa jalan, semisal jalan Toddopuli. Dapat ditemui pada pinggiran jalan raya mau pun lorong atau setapak. Tumpukan hasil pembersihan got. Tumpukan itu kebanyakan adalah tanah bercampur sampah yang selama ini menjadi penghuni tetap selokan-selokan itu. Namun, sayangnya upaya untuk membersihkan selokan yang dipenuhi sampah itu, tampaknya dikerjakan setengah-setengah.
Kesadaran akan arti penting perempuan dalam menjalani kehidupan ini berdampingan dengan pria merupakan hal yang ingin Forum Komunikasi Muslimah (FKM) sebarkan. Perempuan juga merupakan makhluk yang potensial, namun tetap memiliki batasan tertentu, seperi halnya pria. Peran perempuan mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, dan mendidik menjadi hal yang tidak bisa dilalihkan kepada para pria.
Perempuan masa kini selayaknya paham tentang peranan dan fungsinya dalam berkehidupan. Perempuan sejak lahir telah ditakdirkan menjadi istri, ibu, dan perempuan. Ketiga hal tersebut mesti dijalani perempuan, tidak ada kata memilih dan saling menglimitasi dalam prosesnya. Hal ini merupakan benang merah yang disampaikan Direktur Pondok Pesantren Putri Darul Istiqamah, Maccopa, Suryawati Ningsih sebagai narasumber dalam diskusi FKM pada hari Ahad (1/9/2013) kemarin.
Perempuan masa kini selayaknya paham tentang peranan dan fungsinya dalam berkehidupan. Perempuan sejak lahir telah ditakdirkan menjadi istri, ibu, dan perempuan. Ketiga hal tersebut mesti dijalani perempuan, tidak ada kata memilih dan saling menglimitasi dalam prosesnya. Hal ini merupakan benang merah yang disampaikan Direktur Pondok Pesantren Putri Darul Istiqamah, Maccopa, Suryawati Ningsih sebagai narasumber dalam diskusi FKM pada hari Ahad (1/9/2013) kemarin.
![]() |
| Suryawati Ningsih Selaku Narasumber Bersama Mauliah Mulkin Yang Bertindak Sebagai Moderator Sumber Foto : Surya R. Labetubun |
Forum Komunikasi Muslimah (FKM) sebagai wadah komunikasi perempuan yang berbasis ukhuwah dan mendorong upaya peningkatan kualitas perempuan, tepat hari Ahad (1/9/2013), melaksanakan acara pelantikan dan rapat kerja kepengurusan periode 2013-2016.
![]() |
| Suasana Pelantikan Pengurus FKM Periode 2013-2016 |
![]() |
| Prosesi Penandatangan Pengurus Baru dan Lama |
Tentukan masa depan anak sejak
dini? Bagaimana caranya? Siapa yang tidak menginginkan memiliki anak atau
keturunan yang memiliki banyak bakat atau potensi unggul. Ternyata untuk
memiliki anak yang cerdas, maka sang ibu cukup hanya dengan tekun memberi ASI
eksklusif kepada sang anak. Nutrisi terbaik yang diperoleh sang bayi saat masa
pertumbuhannya sangat mengambil andil besar dalam penentuan masa depannya
kelak. Anak yang sejak dini memiliki perkembangan otak yang baik dan tubuh yang
sehat pastinya lebih berkualitas jika dibandingkan dengan anak yang kurang
sehat dan sangat lama kemampuan merespon sesuatunya. Anak yang aktif dapat
dimiliki dengan kemampuan otak yang baik. Keaktifan anak justru
menghantarkannya pada gerbang pengetahuan yang lebih luas lagi. Dan di sinilah
ASI eksklusif memainkan perannya.
Mangrove Action Project (MAP) Indonesia dalam memperingati hari Mangrove sedunia pada tanggal 26 Juli
lalu melaksanakan beberapa kegiatan. Salah satunya yakni penaburan ribuan benih
mangrove di pulau Tanakeke, kabupaten
Takalar.
![]() |
| Mangrove Food Web Sumber : shorecrest.org |
Bertepatan dengan hari Isra' Mi'raj nabiullah Muhammad SAW pada tanggal 06 Juni 2013, bertenpat di Hotel La Macca, Forum Komunikasi Muslimah (FKM) menggelar Seminar Sehari dan Musyawarah III FKM Pusat Makassar dengan teman "Menakar Kualitas Perempuan di Pentas Politik". Tampil sebagai pemateri yakni; 1) Prof. Hamdan Juhannis, M.A. dengan materi Kepemimpinan Perempuan di Pentas Sejarah Peradaban Islam, 2) Andi Mariattang, S. Sos. dengan materi Optimalisasi Peran Perempuan Politik di Sulsel, dan 3) Dra. Hj. Sabriati, M. Pd. dengan materi Kiat Sukses Perempuan di Ranah Domestik dan Publik.
Acara ini didominasi oleh perempuan, meski terlihat beberapa sosok pria dalam skala kecil. Padahal seyogyanya acara yang membahas tentang keperempuanan, justru mesti menghadirkan pria dengan jumlah yang sebanding juga. Sehingga pemberian pemahaman tentang kualitas perempuan tidak hanya disampaikan kepada perempuan melulu, tetapi juga pria sebagai bagian yang senantiasa hidup berdampingan dengan perempuan. Nampaknya hal ini dapat disamakan dengan para calon walikota/wakil walikota/legislatif, jika mereka ingin masyarakat menggunakan hak suaranya secara cerdas, maka langkah utama yang mesti dilakukan adalah dengan memberi pemahaman tentang dunia politik. Wacana politik tidak menjadi hak utama para pelaku politik saja, melainkan juga mengikutsertakan masyarakat. Sehingga nantinya ketika masyarakat menyuarakan haknya saat pemilihan umum berlangsung, tidak serta-merta atas dasar kedekatan kekeluargaan atau kedaerahan, melainkan karena memang pilihannya berdasar.
![]() |
| Para Santriwan dan Satriwati TK/TPA Al-Furqan saat mementaskan tarian Petani Sumber : Facebook.com |
Jika saja kita merujuk pada tema yang ditawarkan, maka hal yang perlu dipertanyakan yakni, apa parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas perempuan di kancah politik? Apakah parameter yang digunakan adalah parameter universal, dimana kaum lelaki juga diukur dengan hal itu? Atau apakah benar tema ini diangkat, padahal jumlah perempuan yang sadar dalam menggunakan haknya untuk terjun sebagai praktisi politik boleh dibilang masih minim? Apakah perempuan juga benar-benar sadar ketika ingin menjadi bagian dalam dunia politik atau hanya ajakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran saja? Apa perempuan juga punya hal yang bisa dia tawarkan dan lakukan sehingga dogma 'perempuan sebagai instrumen' bisa terjawab?
Seminar ini diawali dengan pembukaan oleh ketua panitia, "FKM merupakan wadah komunikasi para perempuan dengan dasar ukhuwah dan media dalam meningkatkan kualitas, baik itu kecerdasan spritual, intelektual, maupun emosional", ungkapnya.
Lebih lanjut lagi, "Bidang yang digarap FKM mencakup tiga aspek, yakni; 1) Wilayah pendidikan dan pelatihan dalam bentuk diskusi atau seminar, 2) Bidang sosial budaya dan ekonomi berkaitan dengan pementasan seni dan pembentukan koperasi, serta 3) Home schooling yang dilaksanakan di RS. Tajuddin Halik".
Selajutnya acara seminar ini mempersembahkan pementasan tari Petani dan Mappadendang dari TK/TPA Al-Furqan, lalu dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi seminar dan musyawarah.
Acara seminar ini diawali dengan mempersilahkan panelis pertama untuk menjelaskan tentang perempuan dan sejarahnya oleh Prof. Hamdan Juhannis, M. A. yang lebih khusus membahas tentang perempuan Bugis Makassar.
"Perempuan Bugis Makassar mengalami penghargaan tertinggi di manapun dan cenderung tidak mengalami berbagai kesulitan menurut Thomas Stanford", ujar Prof. Hamdan mengawali pembicaraannya.
Prof. Hamdan melanjutkan pemaparannya tentang keterlibatan perempuan dalam ranah politik, "Adapun fakta historis tentang keterlibatan perempuan Bugis Makassar di ruang pubik. Boleh kita melihat nama-nama berikut ini: We Tenri Rawe, Adatuang We Abeng, Datu Pattiro We Tenrisoloreng, Besse Kajuara, Andi Ninong, dan Petta Ballasari. Sedangkan fakta dalam dunia modern, kita dapat mengingat Andi Rasdiyanah, Masrurah Mukhtar, dan Majdah Mukhyiddin."
Menurut Prof. Hamdan, perempuan Sulawesi Selatan cenderung tidak mengalami hambatan yang begitu berarti dalam berkehidupannya, meski demikian ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, yakni; 1) Maskulinitas ruang publik dimana timbul paradigma bahwa pria selalu lebih mapan, rasional, dan lebih kuat, 2) Tantangan budaya patriarki dimana pria selalu dinomor satu-kan, pemberian ruang ekspresi yang lebih kepada pria, dan skala prioritas bagi pria dalam hal kependidikan, 3) Tradisi yang memberi ruang lebih pada laki-laki di ruang publik yang dapat dilihat dari pengaturan persyaratan pernikahan yang lebih dibebankan kepada pria (uang pannai'), 4) Perserpsi teologis masyarakat tentang perempuan, dan 5) Persoalan internal yang perempuan sendiri hadapi.
Akhir pembicaraan Prof. Hamdan menegaskan, "Perempuan mesti kritis terhadap tradisi termasuk budaya patriarkal yang selama ini dijalaninya."
![]() |
| Berfoto Bersama Prof. Hamdan Juhanis Sumber: Facebook |
Materi selanjutnya dibawakan oleh Hj. Sabriati, ibu rumah tangga yang juga berkecimpung dalam dunia dakwah ini memulai pembicaraannya dengan mengajak perempuan untuk membuka pikirannya.
"Bagi perempuan, tidak ada dikotomi antara rumah dan ruang publik. Mengenai status yang perempuan miliki adalah setara dengan laki-laki sesuai dengan Al-Qur'an," tutur Hj. Sabriati.
Hj. Sabriati menjelaskan tentang arti penting perempuan untuk meningkatkan wawasannya juga kualitasnya, "Menjadi penting agar perempuan meningkatkan kualitasnya karena perempuan mesti berkecimpung pada 4 wilayah. Dimana pertama, perempuan mesti menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Kedua, perempuan mesti juga menjadi pelabuhan hati sang suami. Ketiga. perempuan adalah seorang desainer surga dunia, yaitu mampu menciptakan rumah yang senantiasa menjadi rumah yang didambakan oleh suami dan anak-anaknya. dan keempat, perempuan dapat berguna bagi ummat."
Terakhir, Hj. Sabriati menyisipkan kiat-kiat sukses agar perempuan dapat sukses di ranah domestik yang dikaitkannya dengan rumah dan politik, "Perempuan mesti memiliki kekuatan iman yang baik, mempunyai manajemen waktu yang oke, mampu mendidik diri sendiri untuk dijadikan percontohan bagi keluarga, tawakkal, dan mampu membaca fenomenal yang ada sehingga tidak miskin pengetahuan."
Panelis terakhir, yakni Andi Mariattang yang juga merupakan anggota legislatif. Sebagai praktisi politik, Andi Mariattang mengajak perempuan untuk terjun di ranah politik, "Undang-Undang mengatur jumlah kuota perempuan dalam politik sebanyak 30%, bahkan kini di Sulawesi Selatan saja, perempuan yang turut andil dalam dunia politik sebagai calon legislatif sudah sekitar 3000 orang."
Bagi Andi Mariattang ada 2 hal yang mempengaruhi keterlibatan perempuan di politik yakni faktor regulasi yaitu kebijakan afirmasi di Undang-Undang no. 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum, dimana mayoritas perempuan mampu dipilih di tingkat nasional maupun lokal bahkan berada pada urutan 1 sampai 3 besar. Juga pada sistem pencalonan, dimana terdapat kewajibkan untuk memasukkan perempuan dalam pengajuan dafatar caleg untuk setia parpol pada setiap 3 urutan caleg. Faktor kedua yakni non regulasi.
Andi Mariattang mengakhiri pembicaraanya dengan mengajak perempuan untuk lebih cerdas, "Perempuan mesti memiliki kemampuan untuk mengubah isu domestik menjadi isu publik. Jika kelak perempuan masuk dalam bagian perpolitikan, maka menadi layak perempuan untuk memperjuangkan hal-hal tentang keperempuanan, seperti pentingnya menjadi peka terhadap angka kematian bayi yang terus meningkat, angka kematian terhadap ibu yang melahirkan, peduli terhadap pemberian ASI bahkan terhadap Perda tentang ASI."
![]() |
| Para Santriwan dan Satriwati TK/TPA Al-Furqan saat mementaskan tarian Mappadendang Sumber : Facebook.com |
Seminar ini setidaknya mampu mengarahkan perempuan untuk meningkatkan kualitasnya dalam berbagai aspek. Andai perempuan mau terjun ke ranah politik, maka perlu diingat bahwa keterlibatan perempuan dalam perpolitikan sampai sekarang belum mampu menyelesaikan masalah tentang keperempuanan, ini bagian yang perlu ditekankan. Lebih lanjut lagi, ketertinggalan perempuan tidak selayaknya didasari atas konsep teologi, dalam agama manapun, perempuan mendapat tempat yang baik, hanya saja terlalu banyak interpretasi yang hadir di tengah-tengah perempuan dan laki-laki sehingga mengaburkan 'kesetaran' yang ditawarkan agama.
![]() |
| Logo Ubuntu 13.04 Raring Ringtail Sumber : ricardofeliciano.me |
Pelaksanaan acara "Release Party Ubuntu 13.04 Raring Ringtail" oleh STIMED NUSA PALAPA yang bertempat di Fajar Room, Gedung Graha Pena lantai 4 pada hari sabtu (1 Juni 2013) berlangsung sukses. Acara ini menghadirkan Wiwin Heriadi AD yang berasal dari Komunitas Ubuntu Makassar selaku narasumber yang fokus membahas fitur-fitur pada Ubuntu 13.04 dan Fikriyanto Latief dari Komunitas Android Makassar yang membahas tentang Android Application Development.
Bantuan dari beberapa pihak membuat panitia hanya memerlukan kurun waktu sebulan hingga acara terlaksana, seperti adanya dukungan penuh dari pihak kampus (STIMED NUSA PALAPA) yang dibuktikan dengan penyediaan ruangan untuk digunakan saat acara berlangsung dan juga support dari Info Linux dan UjungPandang Ekspress.
![]() |
| Penyerahan Hadiah Doorprice kepada Peserta Sumber: Pribadi |
![]() |
| Salah Satu Peserta Bertanya Saat Sesi Tanya Jawab Sumber : www.Facebook.com |
Acara yang dihadiri 139 orang ini dalam perjalanannya juga menemukan masalah diseputar pencarian sponsor dan publikasi. Namun, berkat kerja sama yang baik antara BEM STIMED NUSA PALAPA dan ENERGI, acara bertema "Open Source Everywhere" ini mampu menarik minat peserta asal STMIK AKBA, SMK KARTIKA XX-1 WIRABUANA Makassar, UIN ALAUDDIN, STIMIK KARISMA, LUGU, SMK TRI TUNGGAL, study club DCC STIMIK DIPANEGARA, dan juga masyarakat umum.
Dalam acara ini, Wiwin Heriadi AD membahas secara mendetail tentang fitur-fitur yang dapat dinikmati oleh user saat menggunakan Ubuntu 13.04 Raring Ringtail. "Fitur baru yang dapat ditemukan pada versi ini yakni desain baru icon app launcher, manajemen window yang lebih efektif, snap animation, style baru pada End Session Unity yang mengarah pada penggunaannya di tablet, workspaces enable/disable and show desktop di launcher, minimal launcher inco size dengan ukuran 32 pixel - 8 pixel, koleksi wallpaper terbaru yang lebih banyak, dan control bluetooth yang begitu mudah", paparnya.
![]() |
| Wiwin Heriadi AD Saat Membawakan Materi Sumber : facebook.com |
![]() |
| Panitia Pelaksana Berfoto Bersama Moderator Acara Musa Amin, Ketua Ubuntu Makassar Sumber : www.Facebook.com |
"Selain itu, pada Ubuntu 13.04 sudah menggunakan kernel 3.8.8. Lebih lanjut lagi hal baru lainnya yakni setelah melepaskan Open Office, maka linux menggunakan LibreOffice 4.0 yang akan sangat membantu dalam pengolahan kata, angka, data, dan lainnya. Bagi para pekerja kantoran yang sering dimintai untuk mencetak tugas mereka, aplikasi Cup 1.6.2 dan Cups-Filters dapat membantu mereka dalam memudahkan pekerjaannya. Ada juga Phyton 3.3, Unity 7, dan terakhir yaitu Upstart 1.8," jelas Wiwin Heriadi AD.
Adapun aplikasi bawaan yang dapat ditemukan dari Ubuntu 13.04 Raring Ringtail yakni:
- LibreOffice 4.0.2
- Firefox 20.0
- Thunderbird 17.0.5
- Ubuntu Software Center 5.6.0
- Transmission 2.77
- Deja Dup backup tool 26.0
- Shotwell 0.14.0
- Rhythmbox 2.98
- Videos 3.6.3
- Gedit 3.6.2
- Brasero 3.6.1
- Empathy 3.6.4
- Simple Scan 3.6.1
- Document Viewer 3.6.1
![]() |
| Fikriyanto Latief Tampil Aktraktif Saat Membawakan Materi Sumber : Facebook.com |
![]() |
| Peserta Asal SMK Kartika XX-1 Wirabuana Makassar Berfoto Bersama Salah Satu Narasumber, Fikriyanto Latief Sumber: Pribadi |
Tulisan ini juga di-posting pada
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2013/06/03/fresh-n-smart-di-release-party-ubuntu-1304-565418.html
Dalam diskusi regular Jurnalis
Warga dengan tema “Keterbukaan Informasi dalam Pelayanan Kesehatan” yang
dilaksanakan JURnal Celebes dan Kinerja - USAID di kantor JURnal Celebes, Kamis (30/05/2013)
hadir Mattewakkan Monga selaku Komisioner Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan
Advokasi KIP Sulawesi Selatan dan beberapa media. Diskusi kali ini membahas
tentang eksistensi PPID dalam mengawal hak asasi masyarakat dalam memperoleh
informasi juga tentang kendala yang ditemui dalam upaya pembentukannya.
A. PROGRAM USO
MENYENTUH PEDALAMAN SEKALIGUS MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS NASIONAL
![]() |
| Papan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Gambar : dishubkominfo.gunungkidulkab.go.id |
Perkembangan
kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi atau yang dikenal juga dengan Information
and Communication Technologies (ICT) memegang masanya kini, dimana ICT yang dimaksud mencakup pada
keseluruhan perangkat teknis sebagai media untuk mengolah dan menyampaikan
informasi. Konsep ICT jika dibagi menjadi 2 bagian, yakni teknologi informasi serta teknologi
komunikasi memainkan peranannya masing-masing namun menjadi sesuatu yang saling
berkaitan dan membutuhkan. Jika konsep teknologi informasi dikaitkan dengan
segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan perangkat (hardware) untuk memproses informasi, termasuk juga manipulasi,
pengolahan, dan penyajian informasi, maka teknologi komunikasi lebih di titik
beratkan pada bagaimana sebuah perangkat digunakan untuk memproses dan
mentransfer data dari sender ke receiver.
Kemudahan
dalam mengakses informasi bagi sebahagian orang adalah sesuatu yang mudah,
apalagi jika didukung dengan kelengkapan perangkat atau gadget dan tersedianya layanan internet. Seolah-olah segalanya
dapat kita tempuh hanya dengan perjalanan yang cepat dengan bantuan ujung jari
saja. Namun, permasalahan yang muncul adalah masih kurangnya kesadaran dan
kepedulian hal layak terhadap arti pentingnya menjadi bagian dalam upaya pembangunan
akses telekomunikasi dan informatika baik dengan prusahaan penyiaraan melalui
program Universal Service Obligation (USO) yang pada dasarkan
berguna untuk meningkatkan mutu pelayanan ICT
di negeri merah putih.
![]() |
Dokumentasi Penandatangan Kontrak USO Internet Kecamatan
Antara Kemenkoninfo dan PT Listasartha untuk
Paket Pekerjaan 7,8, dan 9
Gambar : btip.postel.go.id |
Eksistensi
program USO diharapkan pada akhirnya
mampu menolong masyarakat yang selama ini terisolir dengan dunia luar. Bagi negara
yang penduduknya tidak sedikit hidup di area perekonomian ke bawah, seperti
Indonesia, manfaat besar yang dapat diperoleh dengan tersedianya akses atau gerbang
baru, dimana pengolahan informasi dan pendistribusiannya yang baik melalui
media komunikasi akan membuka banyak peluang di berbagai aspek kehidupan
masyarakat.
Program USO yang merupakan hasil rancangan dari
pemerintah yang lahir sebagai salah satu aksi dalam upaya memeratakan
pembangunan infrastruktur ke seluruh pelosok nusantara, sehingga bahkan masyarakat
di pedalaman pun dapat mengakses dunia selain dari yang selama ini mereka lihat,
sebagai contoh yakni dengan adanya peluang membangun hubungan sosial dengan
pihak lain semisal dalam bidang perniagaan dengan pendistribusian yang
terorganisir dengan baik, yang secara tidak langsung akan mendongkrak lajur
perekonomian daerah tersebut dan hal paling nyata ialah meningkatkan taraf
hidup masyarakat dan ini berarti telah menjadi bagian dalam produktifitas
nasional di ranah perekonomian.
![]() |
| Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) Gambar : mplikbulukumba.wordpress.com |
Penyebaran
informasi yang baik pada kenyataannya memberi sumbangsih pada meningkatnya
minat masyarakat dalam peningkatan produktifitas nasional, ini dapat dilihat
dari menjamurnya bisnis hand made
atau bisnis rumahan yang lebih signifikan memengaruhi laju perekonomian
masyarakat kelas kecil. Usaha ini banyak merangkul para remaja dan ibu-ibu yang
sebahagian besar hanya sebagai ibu rumah tangga atau ada juga yang belum
memiliki pekerjaan tetap. Usaha-usaha teri ini kian menjadi trend di antara kemudahan dalam
berbelanja. Sistem penjualan dan pembelian on
line ini membuat calon pembeli dapat melihat katalog barang jualan layaknya
seperti brosur yang biasa dicetak dan dibagikan di pinggir jalanan. Untuk
masalah komplain atau pemesanan dari pihak pembeli dengan tersedianya media
komunikasi seperti handphone dan
penggunaan jejaring sosial maka hal itu dapat teratasi. Point tambahan lainnya yakni keragaman jenis barang yang dapat
diperoleh oleh pembeli, belum lagi ‘keunikan’ yang menjadi nilai jual
tersendiri.
Dengan
kemudahan dalam penyebaran informasi seperti ini, maka bukan hal sulit bagi
banyak pihak untuk turut merasakan hal-hal khusus dari masing-masing daerah,
semisal adanya bisnis makanan atau kue-kue tradisional dan perniagaan souvenir khas daerah. Hadirnya program USO secara tidak langsung justru membuat
masyarakat mampu mengekspos kedaerahan mereka termasuk di dalamnya nilai
kearifan lokal yang dimiliki.
B. GAUNGKAN MAKASSAR MELALUI ICT USO EXPO 2013
| Aksi Robot Poliban di ICT USO EXPO 2012 Gambar : kabarbanjarmasin.com |
Hulu dari pemerataan pembangunan
infrastruktur dalam wilayah komunikasi dan informasi ini adalah bagaimana
masyarakat dan pemerintah konsisten dan seiya sekata serta saling mendukung dalam
pelaksanaannya. Untuk itu secara sadar tentang betapa pentingnya arti informasi
di saat ini, maka pihak pemerintah yang dalam hal ini Kemenkominfo dan BP3TI kembali
lagi menggelar program ICT USO EXPO 2013
yang dimulai dari bulan Januari hingga Mei. Puncak dari acara ini nantinya akan
diresmikan oleh Menkominfo, Tifatul Sembiring di Celebes Convention Center yang terletak di Makassar yang
berlangsung pada tanggal 23 sampai dengan 25 Mei 2013.
Pemilihan kota
Daeng sebagai tempat puncak acara ICT
USO EXPO 2013 ini, yang tahun
sebelumnya dilaksanakan di Banjarmasin, merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi
masyarakat sang Ayam Jantan dari Timur. Melalui ajang ini pula, daerah pengasil
kapal Pinisi ini juga dapat menyiarkan dan membangun paradigma baru tentang
bagaimana seyogyanya masyarakat sebagai objek dan juga sekaligus pelaku dari
program USO untuk bersama-sama membangkitkan
kesadaran dan kepedulian terhadap kurangnya rasa kebutuhan dalam membangun
akses telekomunikasi dan informasi yang baik terutama kepada para pelajar yang
sekarang lebih senang berlama-lama di dunia maya serta peran aktif mahasiswa
sebagai simbol agent of change.
Mari gaungkan Makassar dengan kekayaan
kearifan lokal yang dimilikinya dengan menjadi bagian para acara ICT USO EXPO
2013. Ewako!!
Makassar, 14 Mei 2013
Oleh : Surya Rahmah
Labetubun
Tulisan ini disertakan dalam
lomba blog pada pelaksanaan ICT USO EXPO
2013 Makassar dengan tema “Melalui ICT USO EXPO 2013 Meningkatkan
Produktifitas Nasional Dengan Pemanfaatan Informasi”
Tulisan ini juga diposting pada
![]() |
| Buku yang Berisi Kumpulan Surat Kartini Wikipedia.org |


















